ASKEP MIOMA UTERI
A.
PENGERTIAN
Mioma uteri
adalah neoplasma jinak yang beasal dari otot uterus. Dikenal juga dengan
istilah fibromatosa, leimioma atau fibroid ( Sarwono, 2001).
Merupakan jenis
tumor uterus yang paling sering. Dapat bersifat tunggal atau ganda, dan dapat
mencapai ukuran besar. Perubahan ke arah malignasi adalah jarang dan presentasi
mioma tidak meningkatkan kecendeungan terjadinya kanker cerviks atau
endometrium. Konsistensi keras, dengan batas kapsul yang jelas, sehingga dapat
dilepaskan dari sekitarnya.
Dilaporkan, tidak
pernah terjadi setelah menopause, bahkan yang telah adapun biasanya mengecil
bila mendekati masa menopause.
B.
ETIOLOGI
Walaupun mioma
uteri terjadi banyak tanpa penyebab, namun hasil penelitian Miller dan
Lipschulz yang mengutarakan bahwa terjadinya mioma uteri tergantung pada
sel-sel imatur yang terdapat pada “Cell Nest” yang selanjutnya dapat dirangsang
terus menerus oleh estrogen.
Namun demikian,
beberapa factor yang dapat menjadi factor pendukung terjadinya mioma adalah :
wanita usia 35-45 tahun, hamil pada usia muda, genetic, zat-zat karsinogenik,
sedangkan yang menjadi factor pencetus dari terjadinya myoma uteri adalah
adanya sel yang imatur dan terjadi pada grandemultipara.
C.
JENIS
Berdasarkan
posisi mioma terhadap lapisan-lapisan uterus, dapat dibagi menjadi ;
1. Myoma Submukosum
Myoma yang
tumbuh dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus.
2. Myoma Intramural
Myoma terdapat
di dinding uterus diantara serabut miometrium
3. Myoma Subserosum
Apabila tumbuh
keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus, diliputi serosa.
D.
TANDA DAN GEJALA
Adanya myoma
tidak selalu memberikan gejala karena itu myoma sering ditemukan tanpa
disengaja, yaitu pada saat pemeriksaan ginekologik. Gejala yang ditemukanpun
sangat tergantung pada tempat sarang myoma itu berada, besarnya tumor,
perubahan dan komplikasi yang terjadi ( Sarwono, 2001 ).
Adapun
tanda-tanda yang umumnya terjadi adalah :
1. Tumor massa, dibawah perut
Sering kali
penderita pergi ke dokter oleh karena adanya gejala ini.
2. Perdarahan yang abnormal
Gangguan
perdarahan yang terjadi umumnya adalah hipermenorea, menorragi, dan dapat juga
terjadi metroragia. Beberapa factor yang menjdi penyebab perdarahan ini, antara
lain adalah :
a. Pengaruh ovarium sehingga terjadilah hiperplasia endometrium sampai
adenokarsinoma endometrium.
b. Permukaan endometrium yang lebih luas dari pada biasa.
c. Atrofi endometrium di atas mioma submukosum.
d. Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang
mioma diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah
yang melaluinya dengan baik.
3. Rasa Nyeri
Rasa nyeri
bukanlah gejala yang khas tetapi dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah
pada sarang myoma, yang disertai nekrosis setempat dan peradangan
4. Gejala dan Tanda penekanan
Gangguan ini
tergantung dari besar dan tempat moma uteri. Penekanan pada kandung kemih akan
menyebabkan poliuri, pada uretra dapat menyebabkan retensio urine, pada ureter
dapat menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis, pada rectum dapat menyebabkan
obstipasi dan tenesia, pada pembuluh darah dan pembuluh limfe di panggul dapat
menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul.
5. Infertilitas dan Abortus
Infertilitas
dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan atau menutup pars
interstitial tuba, sedangkan mioma submukosum juga memudahkan terjadinya
abortus oleh karena distorsi rongga uterus.
UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DISINI!!!
No comments:
Post a Comment